Senin, 18 Februari 2019

#Sastragram, sastra untuk Generasi Milenial


Pengunaan aplikasi Instagram saat ini sudah menjadi kebutuhan wajib bagi anak muda pada era milenial. Salah satu dampak tingginya penggunaan aplikasi Instagram ini adalah munculnya literasi berbasis Instagram, dimana melalui unggahan foto atau video seseorang dapat menyalurkan, ide, gagasan, teori, isu-isu serta pendapat pribadi kepada halayak ramai.
#sastragram adalah salah satu bentuk literasi yang dikembangkan melalui aplikasi Instagram. #sastragram ini merupakan usaha untuk mengenalkan sastra pada generasi milenial dengan cara senderhana.  Tercatat  sudah ada 456 unggahan di Instagram ini menggunakan tagar sastragram ini. Tagar sastragram ini mulai muncul pada tahun 2018, walaupun tergolong tagar baru dan masih sedikit pengunggah, tapi tagar ini sudah mengambil minat kaum milenial.
Sastra yang diunggah menggunakan tagar sastragram ini sama halnya dengan sastra atau cerita yang diunggah di halaman Facebook seseorang, masih tergolong sastra picisan yang kurang unsur seni atau unsur sastra yang terkandung didalamnya. Sastragram awalnya muncul hanya untuk memenuhi kebutuhan milenial terhadap bacaan sastra puitis yang berisi pesan cinta yang dialami pada usia-usia remaja. 

Faktor Penyebab Munculnya #sastragram
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi munculnya #sastragram ialah pertama, turunnya minat kaum milenial untuk membaca karya sastra secara langsung pada buku atau ebook. Minat baca ini masih menjadi faktor pertama.
Kedua,  tingginya penggunaan Instagram di kalangan anak muda milenial. Kadar penggunaan Instagram yang tinggi ini, penggiat sastra melihat peluang untuk membuat trobosan penggenalan sastra melalui Instagram.
Ketiga, sastawan-sastrawan menjadikan Instagram sebagai bahan promosi karya sastranya. Melalui Instagram, Sastrawan yang melek teknologi akan mengenalkan karya sastranya yang baru, entah itu berupa unggahan foto yang berisi kutipan dalam novel. Sastrawan yang sering memanfaatkan Instagram sebagai media promosi ialah Boy Candra. Boy Candra tergolong sering mempromosikan karya sastranya melalui Instagram walaupun Boy Candra sendiri mengganggap bahwa unggahan di Instagram miliknya bersifat receh atau ringan, tidak sama halnya dengan unggahanya di Twitter.
 Keempat, meningkatnya penulisan caption yang mengandung unsur puitis. Faktor ini dilihat dari ungahan-ungahan kaum milenial yang seperti berlomba-lomba  dalam pembuatan caption disetiap unggahan di Instagram, caption yang mereka buat dapat dikategorikan puitis karena bentuk dari caption itu berupa kutipan novel, puisi, atau Quote. Waluapun kutipan yang dijadikan caption itu kebanyakan masih bermakna tentang cinta-cintaan atau perasaan suka.  

Macam-macam #sastragram
Diluar itu, hakikat sastragram tidaklah yang hanya menggunakan tagar tapi jauh lebih luas lagi, semua sastra yang diunggah melalui Instragram walaupun tidak menggunakan tagar #sastragram itu sudah termasuk sastragram. Jika ditelisik lebih dalam lagi sastragram itu mencakup semua jenis sastra yang diunggah di Instagram.
Sastragram memiliki beberapa kategori, kategori ini masih tergolong sastra pada umumnya seperti yang berkembang selama ini. Kategori sastragram pertama adalah musikalisasi puisi. Musikalisasi puisi yang diunggah di Instagram merupakan sastra yang banyak diminati dan diapresiasi oleh kaum milenial pengguna Instagram. Puisi-puisi yang dimusikalisasi merupakan puisi yang menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh pembaca dan pendengar, dengan pemilih diksi yang sederhana maka pembaca dan pendengar dapat memahami makna dengan mudah.
Sastrawan yang mempopulerkan musikalisasi puisi di Instagram adalah Panji Ramdana melalui akun Instagram @Melodydalampuisi dengan jumlah pengikut 2,4 juta. Melalui akun Instagram @Melodydalampuisi, Panji Ramdana mengunggah video musikalisasi puisi dan foto yang berisi kutipan puisi atau Quote. Intensitas unggahan yang dilakukan oleh akun @Melodydalampuisi tergolong rutin, penggunggahan dilakukan setiap hari.
Kategori sastragram kedua yaitu cerita bersambung dalam caption. Cerita bersambung dalam caption ini cukup banyak peminatnya, terbukti dengan jumlah 5792 unggahan dan jumlah tersebut akan terus meningkat karena proses penulisan cerita bersambung dalam caption masih dilakukan. Cerita bersambung dalam caption ini layaknya cerita diwattpad yang terdiri dari beberapa bagian, bagian-bagian tersebut saling berhubungan. Satu unggahan di Instagram berarti satu bagian atau part cerita dalam caption. Salah satu akun Instagram yang membagikan cerita bersambung karyanya adalah @andstorys, dengan jumlha unggahan 428 dan pengikut 606.
Dua kategori tersebut merupakan jenis sastragram yang paling banyak diminati walaupun pengunggahannya tidak menggunakan tagar sastragram. Selain dua kategori tersebut unggahan yang termasuk sastragram adalah unggahan foto atau video yang berisikan kutipan puisi atau novel. Serta terdapat juga Quote-quote percintaan.

3 komentar:

#Sastragram, sastra untuk Generasi Milenial

Pengunaan aplikasi Instagram saat ini sudah menjadi kebutuhan wajib bagi anak muda pada era milenial. Salah satu dampak tingginya pen...

Sepenggal Kisah Diri