LITERASI SEBAGAI
PENGGERAK PEWARIS BANGSA
(GERAKAN LITERASI
KAMPUS)
literasi dapat didefinisikan sebagai
kemampuan seseorang dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan proses
membaca dan menulis. Literasi merupakan kegiatan yang memerlukan serangkaian
kemampuan kognitif, pengetahuan bahasa tulis dan lisan, pengetahuan tentang
genre dan kultural. Istilah literasi
atau dalam bahasa Inggris literacy berasal dari bahasa Latin literatus,
yang berarti "a learned person" atau orang yang belajar. Dalam
bahasa Latin juga dikenal dengan istilah littera (huruf) yang artinya
melibatkan penguasaan sistem-sistem tulisan dan konvensi-konvensi yang
menyertainya.
Gerakan literasi kampus
adalah gerakan untuk meningkatkan kesadaran membaca, menulis, dan berbicara dikalangan
mahasiswa. Membaca adalah cakrawala dunia yang dapat membuka wawasan,pengetahuan
tentang berbagai informasi yang belum kita tahu. Kegiatan literasi sangatlah
penting bagi mahasiswa, terutama bagi mahasiswa yang mengambil studi bahasa. Literasi hendaknya tidak dipandang sebagai
budaya lama yang kolot, ataupun budaya baru yang asing. Hendaknya, literasi
dipandang sebagai sebuah budaya lestari yang selalu baik kebermanfaatannya.
Generasi muda sekarang,
khususnya di kalangan mahasiswa sudah tentu amat membutuhkan budaya literasi. Pemikiran
– pemikiran muda para mahasiswa yang sedang amat produktif, baiknya diimbangi
dengan cakrawala pengetahuan yang luas dan dapat dipertanggungjawabkan. Baik
itu pengetahuan tentang teori pembelajaran, sosial dan lingkungan, budaya,
agama, norma, nilai, bahkan pengetahuan era global zaman sekarang.
Di era media sekarang
ini, budaya literasi, seperti membaca, menulis dan berbicara adalah hal yang
tidak boleh ditinggalkan oleh mahasiswa. Karena budaya literasi merupakan ciri
khas dari mahasiswa sebagai elit intelektual. Gerakan literasi kampus dapat
dimulai dengan mengoptimalkan fungsi perpustakaan sebagai wadah pengembangan mutu
literasi dan yang ada di kampus. Di era media sekarang ini, budaya literasi,
seperti membaca, menulis dan berbicara adalah hal yang tidak boleh ditinggalkan
mahasiswa. Karena hal itu merupakan ciri khas mahasiswa, sebagai elit
intelektual. Berbagai ruang untuk membaca dan menulis sudah dijawab oleh zaman
dengan sederet media sosial yang ada. Facebook, twitter, instagram, serta media
online yang memberikan ruang bebas untuk kita, dalam rangka membudayakan budaya
literasi. Kita sebagai mahasiswa, yang
merupakan generasi harapan bangsa, yang pula merupakan salah satu gerak
sumbangsih aktif kemasyarakatan, harus
mampu memilah informasi yang kita dapatkan dari manapun, terutama era global
sekarang adalah era internet. Memandang masalah ini, jiwa literasi amat penting
dipupuk oleh member–member generasi supaya memiliki pengetahuan dan cakrawala harapan
yang luas akan berbagai sisi kehidupan bermasyarkat.
Dalam hal ini,
pemerintah dan pihak unversitas sudah melakukan banyak sumbangsih terhadap
kemajuan literasi kampus. Pemerintah sudah menyediakan banyak fasilitas
penunjang literasi yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa. Mulai dari
perpustakaan daerah dengan koleksi buku-buku nya yang tidak sedikit. Baik buku
nasional, maupun internasional, baik buku lama, maupun buku terbaru. Dalam
kancah universitaspun, tidak kalah gencarnya dalam menyediakan sarana literasi
yang seluas-luasnya untuk para mahasiswa.
Di dalam kampus, bukan
main usaha pihak universitas dalam memerdekakan literasi. Perpustakaan
universitas, tidak hanya terdiri dari satu perpustakaan saja. Di beberapa
universitas, menggunakan sistem pembangunan perpustakaan yang tidak hanya
terpusat menjadi satu saja. Ada satu perpustakan besar di pusat kampus yang
biasanya disebut sebagai perpustakaan pusat. Biasanya, di dalam perpustakaan
pusat ini, disediakan banyak buku, dengan berbagai jenis, beserta seluruh
fasilitas yang ada. Selain perpustakaan pusat, di setiap jurusan disediakan
satu perpustakaan jurusan, dimana dalam perpustakaan tersebut, banyak dan
kebanyakan buku yang ada merupakan buku yang berhubungan dengan bidang ilmu
jurusan tersebut. Kita sebagai pengguna, bisa dengan mudah memilih, entah itu
mengambil referensi terdekat dahulu, ataupun memilih referensi yang lebih luas
dan lengkap. Sudah amat jelas betapa kita dapat dengan mudah menemukan
fasilitas literasi. Selain disediakan perpustakaan, banyak pula kegiatan lain yang
menunjang kegiatan literasi mahasiswa. Seperti kegiatan bazar buku, bedah buku,
berbagai seminar literasi, serta banyak perlombaan yang berhubungan dekat
dengan literasi.
Literasi amat penting
baik bagi pribadi mahasiswa maupun sosial mahasiswa. Dalam hal pribadi,
literasi amat penting dalam membuka cakrawala pemikiran mahasiswa. Pemikiran
yang terbuka bagi seorang mahasiswa sebagai punggawa bangsa amat penting selain
bagi pribadi tetapi juga akan mempengaruhi dan bermanfaat bagi masyarakat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar