Minggu, 10 Desember 2017

Jiwa Gitasav (resensi buku Rentang Kisah)



Assalamu'alaikum, w.w.

Di sini pasti ada yang tahu buku yang unik satu ini, buku dari mbak cantik yang mukanya mirip kayak artis korea Kim Ji Won, yah betul bukunya Gita Savitri Devi yang berjudul Rentang Kisah. Tulisanku kali ini mau ngreview atau meresensi buku ini, biar yang belum baca buku ini bisa dapat gambaran apa yang diceritakan mbak Gitasav di buku ini. semoga bermanfaat.

 Related image
Image result for buku rentang kisah

Judul buku             : Rentang Kisah
Penulis                   : Gita Savitri Devi
Tahun terbit           : 2017 cetakan pertama
Penerbit                 : Gagasmedia
Tebal buku            : 216 halaman
Harga buku           : Rp. 65.000

Penulis dari buku Rentang Kisah adalah Gita Savitri Devi atau lebih sering di kenal Gitasav. Gitasav merupakan seorang lulusan Kimia Murni di Freie Universitat Berlin. Sejak 2010 Gita mulai menetap  di Jerman untuk menempuh pendidikan S1 dan sampah sekarang Gita masih betah tinggal di Negara tersebut. Buku ini berasal dari tulisan-tulisan Gitasav diblog pribadinya.

Buku yang ditulis oleh Gitasav ini menceritakan kisah hidupnya yang berawal dari dirinya waktu SMA hingga sekarang. Gitasav menceritakan perubahan apa saja yang ia alami sejak SMA, ia merasa ada perubahan dalam dirinya ia setelah ia menderita sakit Demam Berdarah. Awalnya Gitasav adalah tipe anak tertutup kepada orang tua yang dan bisa dibilang sering bertengkar dengan ibunya sendiri, namun setelah sakit, sikap Gitasav kepada ibunya berubah dan mulai terbuka kepada ibunya. Cara berfikirnya mulai berubah sejak tinggal sendiri di Jerman, dari perubahan itu berdampak pada cara Gitasav menjalani hidup dan prinsip dirinya, di mana diriya yang dulu adalah termasuk orang yang ambisius apabila memiliki keinginan atau tujuan tanpa melihat dari sudut pandang yang lain, serta dari perubahan itu, Gitasav lebih dapat memaknai hidupnya.
Di Jerman Gitasav memiliki teman dekat laki-laki yang bernama Paulus. Gitasav dan Paulus memiliki keyakinan yang berbeda. Awalnya Gitasav galau tentang hubungannya dengan Paulus karena perbedaan agama tersebut. Sempat beberapa kali Gitasav mencoba membujuk Paulus untuk pindah agama ke Islam dengan berdiskusi berdua, namun setiap kali Gitasav mencobanya pasti mendapat penolakan dari Paulus. Sampai pada akhirnya Gitasav menyerah dan memilih untuk pasrah menyerahkan kepada Allah SWT. Semenjak penolakan tentang pindah agama oleh Paulus, Gitasav sadar bahwa pengetahuan agamanya belum cukup, bahkan dia menganggap bahwa dia beragama hanya salat dan puasa. Gitasav mencoba memperlajari Islam kembali dengan cara mengikuti kajian dalam lingkup kecil/Halaqoh bersama pelajar Indonesia lainnya.
Pada suatu ketika Paulus menghadapi masalah, Paulus sudah mencoba berbagai cara untuk menyelesaikannya, termasuk berdoa kepada tuhannya, namun tetap saja dia tidak menemukan jalan keluar atas masalahnya. Gitasav mencoba memberi saran kepada Paulus untuk salat walaupun kondisinya Paulus masih belum beragama Islam. Tak disangka saran dari Gitasav tersebut dilakukan oleh Paulus. Sejak saat itu Paulus mulai belajar Islam dan memutuskan menjadi mualaf. Pindahnya keyakinan Paulus ini meyakinkan Gitasav bahwa besarnya kekuasaan Allah.
Setelah Paulus mualaf, hati Gitasav semakin mantap untuk berhijab karena awalnya dia berfikir agama Islam adalah agama kaku yang mengatur gaya berpakaiannya umatnya, padahal Gitasav bahwa cara berpakaian merupakan hak setiap orang.
Beberapa peristiwa yang dialami Gitasav di Jerman membuat dirinya menjadi pribadi yang tangguh dan lebih cermat dalam menghadapi dan memaknai setiap kejadian yang dialami.

Buku ini tidak menceritakan secara detail kisah yang dialami Gitasav, hanya sepenggal kisah-kisah yang memberi makna penting, hal ini menimbulkan rasa penasaran bagi pembaca. Buku ini merupakan kumpulan cerita, buku ini belum bisa disebut sebagai buku biografi karena buku ini hanya berisi kumpulan cerita sejak Gitasav SMA sampai hidup di Jerman, tidak cerita sejak Gitasav lahir. Tapi jika buku ini dimasukkan sebagai karya sastra tidak bisa karena berisi kejadian yang nyata.    
Buku ini memiliki sampul buku sederhana tapi terlihat penuh makna, hanya ada dua warna pada bagian sampul buku yaitu biru dan abu-abu serta warna putih pada tulisan. Warna biru diibaratkan sebagai lembaran kertas yang robek dan warna abu-abu adalah warna pada bagian robekan tersebut. Posisi robekan kertas itu tepat pada bagian wajah Gitasav, jadi wajah Gitasav terbagi dua warna pada sampul buku ini. Kenapa konsep sampul bukunya seperti itu mungkin agar menunjukkan bahwa buku ini bercerita tentang perubahan yang dialami Gitasav.
Penggunaan bahasa dalam buku ini beragam. Ada bagian di mana Gitasav menceritakan menggunakan Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris serta terkadang sedikit menggunakan Bahasa Jerman, walapun seperti itu, buku Rentang Kisah termasuk buku yang bahasa mudah dipahami karena menggunakan bahasa sehari-hari.
Yang unik dari buku Rentang Kisah ini adalah di setiap pergantian bab itu ada halaman yang berisi foto, entah itu foto hewan, pemandangan, benda mati. Dalam buku ini juga berisi beberapa tulisan Gitasav yang berasal dari blog milik Gitasav sendiri.
Buku Rentang Kisah ini seperti membawa pembaca merasakan bagaimana ribetnya sistem pendidikan di Jerman. Dan hal ini menimbulkan rasa penasaran pembaca untuk mencoba bagaimana rasa bersekolah dan hidup di Jerman.
Harga buku ini termasuk terjangkau, hanya 65 ribu. sangat terjangkau untuk kantong pelajar dan mahasiswa seperti saya.

Buku Rentang Kisah yang ditulis oleh Gitasav ini sangat menarik sekali untuk dibaca karena buku ini memotivasi pembaca untuk berani mengambil keputusan besar yang dapat mengubah jalan hidup. Membuka wawasan pembaca bagaimana hidup di luar negeri serta memberi informasi proses untuk bersekolah di Jerman.

gimana guys? udah ada banyangan gimana uniknya buku ini? buruan gih beli, baca, pinjem temen biar tahu baca sendiri buku ini. 
ok see you next time, bye bye. . .

Wassalamu'alaikum, w.w.

#Sastragram, sastra untuk Generasi Milenial

Pengunaan aplikasi Instagram saat ini sudah menjadi kebutuhan wajib bagi anak muda pada era milenial. Salah satu dampak tingginya pen...

Sepenggal Kisah Diri