Assalamu'alaikum, w.w.
Di sini pasti ada yang tahu buku yang unik satu ini, buku dari mbak cantik yang mukanya mirip kayak artis korea Kim Ji Won, yah betul bukunya Gita Savitri Devi yang berjudul Rentang Kisah. Tulisanku kali ini mau ngreview atau meresensi buku ini, biar yang belum baca buku ini bisa dapat gambaran apa yang diceritakan mbak Gitasav di buku ini. semoga bermanfaat.

Judul
buku : Rentang
Kisah
Penulis
: Gita Savitri Devi
Tahun
terbit : 2017 cetakan pertama
Penerbit : Gagasmedia
Tebal
buku : 216 halaman
Harga
buku : Rp. 65.000
Penulis
dari buku Rentang Kisah adalah Gita Savitri Devi atau lebih sering di kenal
Gitasav. Gitasav merupakan seorang lulusan Kimia Murni di Freie Universitat
Berlin. Sejak 2010 Gita mulai menetap di
Jerman untuk menempuh pendidikan S1 dan sampah sekarang Gita masih betah
tinggal di Negara tersebut. Buku ini berasal dari tulisan-tulisan Gitasav
diblog pribadinya.
Buku
yang ditulis oleh Gitasav ini menceritakan kisah hidupnya yang berawal dari
dirinya waktu SMA hingga sekarang. Gitasav menceritakan perubahan apa saja yang
ia alami sejak SMA, ia merasa ada perubahan dalam dirinya ia setelah ia
menderita sakit Demam Berdarah. Awalnya Gitasav adalah tipe anak tertutup
kepada orang tua yang dan bisa dibilang sering bertengkar dengan ibunya sendiri,
namun setelah sakit, sikap Gitasav kepada ibunya berubah dan mulai terbuka
kepada ibunya. Cara berfikirnya mulai berubah sejak tinggal sendiri di Jerman,
dari perubahan itu berdampak pada cara Gitasav menjalani hidup dan prinsip
dirinya, di mana diriya yang dulu adalah termasuk orang yang ambisius apabila
memiliki keinginan atau tujuan tanpa melihat dari sudut pandang yang lain,
serta dari perubahan itu, Gitasav lebih dapat memaknai hidupnya.
Di
Jerman Gitasav memiliki teman dekat laki-laki yang bernama Paulus. Gitasav dan
Paulus memiliki keyakinan yang berbeda. Awalnya Gitasav galau tentang
hubungannya dengan Paulus karena perbedaan agama tersebut. Sempat beberapa kali
Gitasav mencoba membujuk Paulus untuk pindah agama ke Islam dengan berdiskusi
berdua, namun setiap kali Gitasav mencobanya pasti mendapat penolakan dari
Paulus. Sampai pada akhirnya Gitasav menyerah dan memilih untuk pasrah
menyerahkan kepada Allah SWT. Semenjak penolakan tentang pindah agama oleh
Paulus, Gitasav sadar bahwa pengetahuan agamanya belum cukup, bahkan dia
menganggap bahwa dia beragama hanya salat dan puasa. Gitasav mencoba
memperlajari Islam kembali dengan cara mengikuti kajian dalam lingkup
kecil/Halaqoh bersama pelajar Indonesia lainnya.
Pada
suatu ketika Paulus menghadapi masalah, Paulus sudah mencoba berbagai cara
untuk menyelesaikannya, termasuk berdoa kepada tuhannya, namun tetap saja dia
tidak menemukan jalan keluar atas masalahnya. Gitasav mencoba memberi saran
kepada Paulus untuk salat walaupun kondisinya Paulus masih belum beragama
Islam. Tak disangka saran dari Gitasav tersebut dilakukan oleh Paulus. Sejak saat
itu Paulus mulai belajar Islam dan memutuskan menjadi mualaf. Pindahnya keyakinan
Paulus ini meyakinkan Gitasav bahwa besarnya kekuasaan Allah.
Setelah
Paulus mualaf, hati Gitasav semakin mantap untuk berhijab karena awalnya dia
berfikir agama Islam adalah agama kaku yang mengatur gaya berpakaiannya
umatnya, padahal Gitasav bahwa cara berpakaian merupakan hak setiap orang.
Beberapa
peristiwa yang dialami Gitasav di Jerman membuat dirinya menjadi pribadi yang
tangguh dan lebih cermat dalam menghadapi dan memaknai setiap kejadian yang
dialami.
Buku
ini tidak menceritakan secara detail kisah yang dialami Gitasav, hanya
sepenggal kisah-kisah yang memberi makna penting, hal ini menimbulkan rasa
penasaran bagi pembaca. Buku ini merupakan kumpulan cerita, buku ini belum bisa
disebut sebagai buku biografi karena buku ini hanya berisi kumpulan cerita
sejak Gitasav SMA sampai hidup di Jerman, tidak cerita sejak Gitasav lahir. Tapi
jika buku ini dimasukkan sebagai karya sastra tidak bisa karena berisi kejadian
yang nyata.
Buku
ini memiliki sampul buku sederhana tapi terlihat penuh makna, hanya ada dua
warna pada bagian sampul buku yaitu biru dan abu-abu serta warna putih pada
tulisan. Warna biru diibaratkan sebagai lembaran kertas yang robek dan warna
abu-abu adalah warna pada bagian robekan tersebut. Posisi robekan kertas itu
tepat pada bagian wajah Gitasav, jadi wajah Gitasav terbagi dua warna pada
sampul buku ini. Kenapa konsep sampul bukunya seperti itu mungkin agar
menunjukkan bahwa buku ini bercerita tentang perubahan yang dialami Gitasav.
Penggunaan
bahasa dalam buku ini beragam. Ada bagian di mana Gitasav menceritakan
menggunakan Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris serta terkadang sedikit
menggunakan Bahasa Jerman, walapun seperti itu, buku Rentang Kisah termasuk
buku yang bahasa mudah dipahami karena menggunakan bahasa sehari-hari.
Yang
unik dari buku Rentang Kisah ini adalah di setiap pergantian bab itu ada
halaman yang berisi foto, entah itu foto hewan, pemandangan, benda mati. Dalam buku
ini juga berisi beberapa tulisan Gitasav yang berasal dari blog milik Gitasav
sendiri.
Buku
Rentang Kisah ini seperti membawa pembaca merasakan bagaimana ribetnya sistem
pendidikan di Jerman. Dan hal ini menimbulkan rasa penasaran pembaca untuk
mencoba bagaimana rasa bersekolah dan hidup di Jerman.
Harga
buku ini termasuk terjangkau, hanya 65 ribu. sangat terjangkau untuk kantong
pelajar dan mahasiswa seperti saya.
Buku
Rentang Kisah yang ditulis oleh Gitasav ini sangat menarik sekali untuk dibaca
karena buku ini memotivasi pembaca untuk berani mengambil keputusan besar yang
dapat mengubah jalan hidup. Membuka wawasan pembaca bagaimana hidup di luar
negeri serta memberi informasi proses untuk bersekolah di Jerman.
gimana guys? udah ada banyangan gimana uniknya buku ini? buruan gih beli, baca, pinjem temen biar tahu baca sendiri buku ini.
ok see you next time, bye bye. . .
Wassalamu'alaikum, w.w.